Senin, 26 November 2012

Free bts/ Open bts

·         Sekilas tentang  OpenBTS
OpenBTS adalah sebuah platform open source untuk membangun sebuah BTS (Base Transceiver Station) layaknya milik jaringan operator seluler. Perbedaannya adalah OpenBTS berbasis software open source, sedangkan  BTS komersial milik operator berbasis hardware dengan standar protokol ITU-T dan biasanya dibuat vendor internasional seperti Ericsson, Nokia, Huawei, dll. Seperti halnya software open source yang lain, OpenBTS ini juga free of charge, bahkan source code-nya juga dapat diunduh dan di-oprek sendiri.
Dengan tambahan sedikit hardware dan dipadu dengan software pendukung, teknologi openBTS ini sudah dapat menyelenggarakan jaringan GSM 2G (900/1800 MHz) dengan layanan telephony dasar yakni panggilan suara dan layanan pesan singkat/SMS. Handset yang digunakan untuk bergabung dalam jaringan ini juga handset GSM biasa dan tidak perlu spesifikasi khusus karena ‘pemancar’ OpenBTS menggunakan protokol air interface (Um) sama persis dengan standar BTS GSM biasa. Berbeda dengan arsitekstur native GSM, fungsi MSC sebagai softswitch digantikan oleh SIP server, dan fungsi SMSC (SMS Center) digantikan oleh Jabber. Jadi dalam  topologi jaringan OpenBTS tidak dikenal MSC dan SMSC, namun semuanya digantikan oleh sebuah komputer yang terinstal OpenBTS dan software pendukungnya.
·         Teknologi OpenBTS
Setidaknya ada dua komponen utama untuk membangun sebuah jaringan ‘seluler’ berbasis OpenBTS, yakni hardware (USRP, antena, duplexer, power amplifier) dan software (OpenBTS, Asterix, Jabber). USRP (Universal Software Radio Peripheral) bertugas untuk handling client request melalui air interface (Um), antenna sebagai pemancar dengan band 900/1800 Mhz, duplexer berguna untuk membagi carrier RF ke beberapa antena sektoral jika diinginkan dan power amplifier untuk menambah coverage seluler. Komponen pendukung berikutnya adalah software yang bertugas untuk mengolah signal RF sebagai carrier yng berbasis DSP (Digital Signal Processor) dan software yang bertugas mengolah data (softswitch, SMS handling, GPRS). Software DSP dalam OpenBTS diwakili oleh DSR (Defined-Software Radio) yang bertugas untuk menerjemahkan (decoding) kode-kode signaling dalam pertukaran data dan sinkronisasi antara BTS dengan handset client.

Sebagai softswitch, software yang dibutuhkan adalah Asterisk untuk proses handling dan billing percakapan suara dan Jabber untuk handling data text melalui SMS. Jabber ini sebenarnya adalah software untuk text chat berbasis protokol XMPP, namun sudah dapat berkomunikasi dengan OpenBTS, yang kemudian dimanfaatkan untuk melakukan tugas handling SMS operation seperti halnya SMS Center (SMSC).  Protokol komunikasi yang digunakan adalah SIP (Session Initiation Protocol), yang merupakan penyempurnaan dari teknologi VoIP (Voice over IP). Jadi Asterisk sebagai softswitch melakukan interkoneksi panggilan suara melalui jaringan IP menggunakan protokol SIP tersebut, sehingga handset GSM nantinya seakan-akan berfungsi sebagai SIP extention/SIP client, namun dengan protokol air interface (Um) di sisi physical layer-nya. Anda bisa membayangkannya seperti pada telepon ekstension kantor dengan server sebuah IP-PBX, namun telepon ekstension tersebut bersifat portable dan berbentuk seperti handset biasa.  Sebagai backhaul-nya adalah IP network, jadi sangat mudah jika suatu saat nanti dikembangkan menjadi jaringan IMS (IP Multimedia Subsystem) atau 4G.
Karena sudah memiliki Network Element penunjang jaringan seluler yang lengkap (radio interface, softswitch, billing, SMSC), maka OpenBTS ini dapat berdiri sendiri sebagai sebuah jaringan tunggal bahkan dengan hanya satu cell. Seperti pada gambar di atas, sebuah jaringan ‘seluler’ sudah terbentuk dan mampu melayani percakapan suara dan SMS pada lingkungan sekitar tower. Namun layanan telepon dan SMS di atas hanya bisa untuk sesama pemegang handset yang sedang attach di cell tersebut, karena belum ada sistem handover cell dan interkoneksi dengan operator lain.
·         OpenBTS versi komersial
Di samping untuk kepentingan riset dan komunitas open source, OpenBTS juga memiliki versi komersial yang memiliki fitur yang lebih lengkap dan mempunyai lisensi non-GPL end user, yang artinya tidak dirilis untuk publik. Jadi hanya pembeli saja yang bisa menikmati fitur-fitur komersial seperti :
 -          Real time database
-          Cell broadcast
-          Multi ARFCN
-          Real time channel dan call status reporting ke  database eksternal
-          Autentifikasi RAND-SRES, melalui HTTP/SIP server
-          Kemampuan untuk mencegah handset tertentu untuk memasuki cell tertentu
-          Support SMS non-Alphanumerik
-          Support cell handover
-          USSD, interface melalui HTTP atau protokol SIP
-          Akses data melalui GPRS, EDGE, UMTS
Hardware OpenBTS versi komersial ada yang berupa desktop namun ada juga berbentuk rack 19 inchi (2U) seperti layaknya standar operator seluler. Biasanya juga dilengkapi dengan duplexer untuk dihubungkan ke antenna GSM baik yang omni maupun antenna sektoral. Sebagai sebuah produk komersial, sang vendor juga memberikan customer support, training, kontrak maintenance, upgrade lisensi (contoh: BTS 2G ke 3G, atau dari single ARFCN ke multiple ARFCN). Beberapa vendor/operator besar dunia yang sudah menggunakan layanan OpenBTS komersial antara lain T-Mobile, Orange, Telefonica SA, AT&T, Kasi Mobile, Telecom Niue, Raytheon, Qualcomm, RIM, Samsung, SRI, BBN, SAIC, General Dynamics, Lockheed-Martin, dsb.
·         Manfaat Bagi Pendidikan

Dunia pendidikan dituntut untuk selalu senantiasa menyesuaikan perkembangan teknologi terhadap usaha dalam peningkatan mutu pendidikan, terutama penyesuaian penggunaan TI bagi dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Globalisasi telah memicu kecenderungan pergeseran dan inovasi dalam dunia pendidikan dari pendidikan yang konvensional kearah pendidikan yang lebih modern, dari teacher centered menuju student centered. Perubahan akan tuntutan itulah yang menjadikan dunia pendidikan memerlukan inovasi dan kreatifitas dalam proses pembelajarannya karena banyak orang mengusulkan pembaharuan pendidikan dan pengajaran, tapi sedikit sekali orang yang berbicara tentang solusi pemecahan masalah tentang proses belajar yang sesuai dengan tuntutan global saat ini.
Salah satu pemecahan masalah tersebut diantaranya adalah pemanfaatan media pendidikan. Media yang berkembang saat ini selain komputer adalah handphone. Bagi dunia pendidikan, meluasnya pemanfaatan ponsel merupakan suatu potensi dan solusi untuk pengembangan pembelajaran dengan sistem baru yang dapat memenuhi kebutuhan dari mobilitas yang tinggi agar tuntutan global akan dunia pendidikan dapat terpenuhi.
Penelitian Mobile School Service oleh Zoran Vucetic melansir,  teknologi ponsel dimanfaatkan sebagai sarana media pembelajaran pada mahasiswa di University of Novi Sad, Zrenjanin, Serbia. Di samping itu teknologi HP juga dimanfaatkan dalam pendidikan dan sudah diterapkan di Open University Malaysia yang berbasis SMS gateway dengan metode blended. Telah terbukti dengan munculnya sistem pendidikan baru yang dikenal dengan sebutan Mobile Learning (m-Learning) yang merupakan paradigma pembelajaran yang memanfaatkan teknologi dan perangkat mobile yang mengalami perkembangan pesat
Dengan adanya mobile learning sangat memungkinkan untuk meningkatkan proses belajar khususnya untuk perkembanganTIK. M-Learning pun banyak dimanfaatkan untuk keperluan pendidikan khususnya pembelajaran jarak jauh, karena dengan  mobile learning pembelajaran jarak jauh di rasa lebih efektif dan lebih efisien dalam hal penyebaran informasi dan proses pembelajaran. Setidaknya itu yang dirasakan oleh Universitas Terbuka Malaysia yang menggunakan M-Learning berbasis SMS gateway sebagai salah satu metode pembelajarannya.
Karena itu, Open BTS menjadi potensi yang sangat besar dalam pengembangan M-Learning, karena untuk keperluan pendidikan khususnya di daerah terpencil , dibutuhkan penyebaran informasi yang cepat serta pembelajaran yang merata, Open BTS. Dunia pendidikan harusnya aware dan siap siaga dalam pengembangan teknologi seperti Open BTS ini, terlepas dari regulasi yang ada. Bahkan sebenarnya, pihak operator pun bisa memakai solusi Open BTS untuk masyarakat di pedalaman yang belum mendapat akses telekomunikasi. Namun jika mereka tidak mau membangunnya dengan berbagai alasan, masyarakat bisa berinisiatif sendiri.
ICT Watch dan Yayasan AirPutih telah memulai melakukan riset implementasi Open BTS sejak awal tahun 2011. Tim AirPutih telah berhasil mengoperasikan Open BTS dan saat ini sedang mengembangkan Open BTS untuk diimplementasikan saat kondisi darurat sebagai dukungan teknologi komunikasi. Telekomunikasi murah dan hemat, serta pulsa gratis melalui Open BTS sementara ini memang sangat bermanfaat untuk daerah-daerah terpencil dan bencana alam. Semoga di masa depan Open BTS bisa diimplementasikan sebagai sarana komunikasi masyarakat.


Sumber :
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar